Anda membangun bisnis. Mengapa semuanya masih menunggu Anda?
Untuk Anda yang masih memegang semuanya,
Kalau bisnis hanya bergerak saat Anda mendorongnya, ada hal yang perlu kita akui: Anda belum punya bisnis yang bisa ditinggalkan. Anda punya pekerjaan bergaji tinggi, lengkap dengan tanggung jawab yang ikut pulang. Pelanggan sudah ada. Tim sudah ada. Tapi setiap jalan masih berujung di meja Anda.
Saya membangun dan menjalankan bisnis digital dari luar Jakarta, dengan uang yang dihasilkan bisnis itu sendiri. Dari SaaS untuk sekolah, hosting, sampai edukasi. Saya tidak bisa menyelesaikan semua persoalan dengan menambah jam kerja saya. Ada batas pada bisnis yang bergantung pada satu orang — bahkan ketika orang itu pemiliknya.
Seminar bisa memberi Anda ide. Buku bisa memberi Anda bahasa untuk menjelaskan masalah. Tools bisa membantu mengerjakan sebagian tugas. Tapi tidak satu pun mengambil keputusan tentang urutan kerja Anda. Kalau setiap keputusan tetap menunggu owner, tools yang lebih cepat hanya membuat antrean di meja owner makin panjang.
Itu sebabnya saya membuka ruang ini. Selama 12 bulan, kita membangun tahap berikutnya: sistem yang punya pemilik, tim yang bisa mengambil keputusan, dan AI yang benar-benar mengerjakan pekerjaan. Setiap minggu saya membedah apa yang saya jalankan sendiri, termasuk keputusan yang perlu diubah. Orang-orang yang menjalankan bisnis saya juga ikut duduk di ruangan.
Saya tidak menjanjikan bahwa bisnis Anda akan berjalan sendiri setelah mendengar saya bicara. Ada pekerjaan yang harus Anda lakukan dan kebiasaan yang harus Anda lepas. Tapi Anda tidak perlu memutuskan semuanya sendirian lagi. Kita mulai dengan satu percakapan yang jujur: apa yang sedang menahan bisnis Anda, dan apakah ruang ini tepat untuk Anda sekarang.
Sampai bertemu di ruangan,
Irvan
Operator. Pemilik bisnis. Masih ikut mengerjakan PR-nya.
Sekitar 60 menit. Kita petakan satu bottleneck terbesar Anda dan putuskan bersama apakah ruang ini tepat untuk Anda sekarang.